[Hustler] Silabus School of Startup

  • Penjurusan 1bulan
    • Pengenalan diri
    • Deteksi Minat & bakat
  • Hustler9bulan
    • Leadership
    • Visioner
    • Ide Kreatif
    • Pitching
    • Networking
    • Manajemen & Keuangan
    • Marketing
  • Hipster 9bulan
    • Intro UI/UX Design
    • UX Design 3bulan
      • Dasar-Dasar UX Design
      • Design Sprint
      • Persona atau Customer Segmentation
      • Prototyping
      • User Research
      • UX Parameter
      • Simplicity
      • Addictive App
      • Behavioral Economics
      • Ideation
    • UI Design 3bulan
      • Research
      • Sketch & Wireframe
      • Design & Prototyping
      • Usability Testing
      • Evaluate
      • Implementation
    • StartUp Case 3bulan
  • Hacker 9bulan
    • Frontend Dev 2bulan
      • HTML
      • CSS
      • JS
      • ReactJS
    • Backend Dev 2bulan
      • Algoritma & Pemrograman
      • PHP & OOP
      • Database
      • PHP Framework
    • Mobile Dev 2bulan
      • React Native
    • StartUp Case 3bulan

sukses
-keputusan
-keyakinan
-berubah
–perubahan konstan
—1.upgrade standar
—2.yakin bisa membuhi standar
—3.ubah strategi atau cari mentor
–setiap kejadian selalu memilih berpikir positif
–membuka diri untuk belajar dia bisa berubah
-cari cara untuk solusi bukan alasan
-ganti kaya tapi dengan kata dan
-masalah besar/kecil itu tergantung masalah itu bertemu dengan siapa?

keahlian itu harus spesialis
pengetahuan itu generalis

step from zero to hero
1.inocent – manusia biasa
2.the call – manusia menemukan panggilan
3.ujian – pasti diuji
4.partner – menemukan sekutu
5.celebration

error
sifat impian dan syarat perubahan sama

[tutorial] BAB 1 Persiapan CRUD pada Framework Laravel dan VueJS

crud laravel vuejs

Persiapan

Setelah kita mulai mempelajari suatu bahasa pemrograman tentang konsep, fundamental dan basic nya maka saatnya kita praktek lebih dalam praktek teknis pembuatan aplikasi yang sederhana. Suatu aplikasi hampir dipastikan ada aksi-aksi seperti

  • Create – menambah data
  • Read – membaca dan menampilkan data
  • Update – meng-edit dan update data
  • Delete – menghapus data

Aksi-aksi tersebut sering dan sudah biasa disebut dengan CRUD. Namun kali ini kita akan belajar praktek dari 0 (from scratch) membuat CRUD plus dengan Search, Pagination dan Report (laporan).

Teknologi yang akan kita pelajari dan praktekan diantaranya adalah

  • Xampp – Bundling Web server (apache2), DB server (Mysql) di local komputer kita
  • Composer – package manager
  • Framework Laravel – easily and quickly PHP framework based on MVC design pattern
  • Blade Template Engine – default bawaan laravel
  • Mysql Database – database sejuta umat
  • Framework VueJS – framework JS
  • Vue Router – agar vueJS lebih mudah
  • Axios – untuk menghadle http request
  • Ajax Request – agar http request lebih nyaman dan cepat
  • Html Form, table dll – view html

Kita asumsikan OS yang dipakai adalah windows. Pada tahap persiapan ini yang perlu kita lakukan diantaranya adalah

  1. Instalasi Xampp
  2. Instalasi Composer
  3. Instalasi Laravel
  4. Integrasi VueJS
  5. Menyusun relasi database

karena kita mau menggunakan laravel maka kita perlu ketahui dulu requirement dari versi laravel yang akan kita install. Kita akan menggunakan laravel versi 5.7.
Update fitur laravel versi 5.7 diantaranya

  • Securing Laravel APIs with Auth0
  • Laravel Dump Server Integration
  • Laravel Nova
  • Guest User Gates / Policies
  • Email Verification
  • Optional Email Verification
  • URL Generator & Callable Syntax
  • Paginator
  • Improved Error Messages
  • Testing Artisan Commands

kemudian requirement untuk laravel 5.7 adalah

  • PHP >= 7.1.3
  • OpenSSL PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension
  • Ctype PHP Extension
  • JSON PHP Extension
  • BCMath PHP Extension

1. Instalasi XAMPP

Setelah kita mengetahui requirement Laravel maka kita perlu memilih versi Xampp yang mendukung requirement tersebut. Kita pilih xampp versi 7.2.17.
untuk detail tahap ini kita lanjutkan di sub bab berikutnya yakni installasi xampp di link ini

DevOps Expert | apa dan bagaimana Google CLoud Platform (GCP) ?

google cloud platform gpc adalah
Google Cloud Platform atau disingkat GCP adalah layanan dari google tentang public cloud computing yang terdiri dari beragam layanan. diantara layanan nya adalah

  • Google Compute Engine
  • Google App Engine
  • Google Cloud Storage
  • Google Container Engine

Google Cloud Platform Service dapat diakses oleh software developer, DevOps, Sys admin dan profesional IT lainnya menggunakan piblic internet  atau melalui koneksi jaringan dedicated lain nya.
Lalu apa dan bagaimanakah GCP serta layanan-layanan nya?
ikuti event seminar gratis dari Cloud Ace berikut :

Topik Seminar :

– Pengenalan GCP
– Perbedaan antara GCP, AWS & Azure
– Demo GCP
– Sesi Q & ATanggal : 11 April 2019
Pukul : 10:00-12:00
Tempat : Horaios Malioboro Hotel
Jalan Gowongan Kidul No. 57, Gedongtengen, Yogyakarta, Yogyakarta Province, Indonesia, 55271
E-mail : id@cloud-ace.com

google cloud platform gpc adalah

klik disini untuk pendaftaran

[Compare] Berbedaan dan Perbandingan Flutter vs React Native

flutter vs react native

2017 Dunia Coding di hebohkan dengan rilisnya bahasa baru dari google. Bahasa untuk men-develop aplikasi mobile multi platform Android dan IOS. FLUTTER ikut meramaikan kancah persaingan antar bahasa pemrograman di platform mobile device. Dengan sekali coding hasilnya dapat berjalan di android dan IOS.
Tentu setiap framework mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada ulasan kali ini kita bahas tentang Flutter dan React Native yang notabene sedang popular dan banyak dipakai.

1. Vendor Developer

Seperti yang kita tahu bersama bahwa 2 framework ini di develop oleh 2 raksasa yakni Flutter oleh Google dan React Native oleh Facebook. Sangat menjanjikan.

2. Initial Release

React Native rilis tahun 2015 otomatikeli dia lebih tua dan sewajarnya lebih banyak pengalaman nya. Sedangkan Flutter 2017, walaupun baru kemaren namun perkembangan nya bisa dibilang pesat.

3. Language

Javascript adalah bahasa yang dipakai React Native. Ini menjadi poin plus tersendiri karena javascript sudah dikenal sejak lama dan banyak yang menguasai sehingga tidak membutuhkan waktu lama dalam mempelajarinya. Sedangkan Flutter menggunakan Dart, bahasa baru yang mudah digunakan bagi developer yang terbiasa dengan OOP seperti C++ dan Java.

4. Learning Curve

React Native sepertinya mendapat poin plus untuk ini karena menggunakan javascript sebagai base nya.

5. Platform

Sama2 multi platform. draw

6. Simulator

Sama2 punya hot reload yang memungkinkan untuk live coding melihat hasil nya.

7. Reusable Code

Flutter membuat developer menjadi mudah karena dapat melakukan reuse existing code. Sedangkan pada React Native meskipun dapat reusable code namun lebih mudah di Flutter

8. Code Style

Flutter dikenal dengan simplicity nya. Sedangkan React Native dikenal dengan Ready to Use componen nya.

9. Development Time

Tergantung developer, Flutter dengan simplicity dan reuse code nya. React Native dengan ready to use library nya.

10. Stability

Karena Flutter lahirnya kalah cepet ya wajar kalo React Native lebih stabil.

11. Performance

Nah, Flutter ini direct component to device loo. Sedangkan React Native pake layer javascript.

12. Library

Sama sama Banyak

13. Time to Reach Market

Tergantung developer juga. Flutter cocok buat  prototyping. React Native cocok buat longterm karena lebih stabil dan mature

14. Popularity

Otomatis React Native lebih populer wong lahir duluan. Namun Flutter sudah hampir menyusul loo.

15. Community

Kalo sekarang banyakan React Native

16. Documentation

Flutter Rapi dan update jadi bagi developer pemula mudah belajar. Sedangkan react kurang terorganisir tapi up to date.

17. Used By

Sama sama dipakai perusahaan-perusahaan besar.

Berikut ringkasan komparasi dari 2 jawara mobile apps builder framework.

Flutter83Faktor87React Native
Google
5
Developers
5
Facebook
2017
4
Initial Release
6
2015
Dart
5
Language
5
JavaScript
Need learning Dart
4
Learning Curve
6
Famous Javascript
Android and iOS
5
Platform
5
Android and iOS
Stateful Hot Reload
5
Simulator
5
Hot Reload
Yes
6
Reusable Code
4
Reuse but restrict few component
Simplicity
6
Code Style
4
More Strict
More time, but reusable code
4
Dev Time
6
Ready to use component
Trying to Stable
4
Stability
6
Mature, older
Direct with native component
6
Performance
4
Use Javascript Layer
Many
5
Library
5
Many
Fast, Cocok untuk protitype
5
Time to Reach Market
5
Longterm lebih matur
60k github
4
Popularity
6
76k github
fast growt
4
Community
6
Large already
Rapi dan up to date
6
Documentation
4
Kurang rapi tapi up to date
Alibaba, Reflectly, Tencent, Hamilton Musical, Google Greentea, JD Finance, Abbey Road Studios, etc
5
Used By
5
Facebook, Oculus Go VR Headset, Instagram, Pinterest, Uber, Tesla, Walmart, Wix.com, Baidu, Artsy, etc

referensi :

Top 11 Fitur Baru di Ubuntu 19.04 Disco Dingo

Hi gaess, tau g ubuntu 19.04 rilis kemaren lo…. tepatnya tanggal 18 April 2019. Berita super buat para pecinta linux terkhusus ubuntu, distro seribu umat.. hihi.

Ubuntu 19.04 codename Disco Dingo rilis tentunya bukan tanpa apa2, namun ada sesuatu yang wow dan baru dan pembaruan. Simak video berikut ini untuk melihat fitur apa aja yang cool abizzz.. hehe

Sudah liat video nya? coba kita bredel one by one top fitur nya.

1. Default Wallpaper

wallpaper ubuntu 19.04

yang pengen download klik tombol ini ya gaes

2. The default Yaru theme supports lebih banyak aplikasi

Salah satu fitur utama Ubuntu 18.10 adalah tema default baru yang mengkilap bernama Yaru. Namun, tema tersebut tidak mendukung ikon untuk sejumlah aplikasi pihak ketiga. Ikon reguler dari aplikasi ini tidak menyatu dengan tema lainnya.

Nah, Yaru sekarang diperluas dan mendukung lebih banyak aplikasi pihak ketiga. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini, semuanya terlihat jauh lebih cantik sekarang:

ubuntu 19.04 yaru themes

3. GNOME 3.32

GNOME 3.32 adalah default desktop environment di Ubuntu 19.04. Sementara GNOME 3.32 memiliki banyak fitur baru, Anda tidak akan mendapatkan semuanya dalam versi khusus GNOME yang disediakan oleh Ubuntu.

Sebagai contoh, fractional scaling untuk fitur HiDPI dari GNOME 3.32 masih tersembunyi di Ubuntu 19.04. Peningkatan GNOME juga tidak ada di Ubuntu Software Center. Ikon dan tema jelas diganti oleh Yaru kustom themes Ubuntu sendiri.

Ubuntu 19.04 mempertahankan beberapa fitur dari versi GNOME sebelumnya seperti global app menu. Beberapa fitur lain sebenarnya dari GNOME 3.32.

4. Application permission control

Jika Anda menggunakan smartphone Android / iOS, Anda mungkin mengetahui per-application based permission control. GNOME 3.32 membawa kontrol ini ke desktop Ubuntu.

Anda dapat melihat aplikasi mana yang memiliki akses ke resource apa pada sistem Anda. Anda dapat mengizinkan(allow) atau menolak (deny) akses ke resource tertentu.

ubuntu 19.04 application permission control

5. Sedikit improvements pada Terminal app

Ada beberapa perubahan kecil pada tampilan terminal default di Ubuntu 19.04. Opsi tab baru lebih menonjol dengan tombol pencarian.
ubuntu 19.04 terminal improvement

6. Live patching gets the highlight

Ubuntu baru-baru ini memperluas opsi tambalan langsung ke pengguna desktop. Dengan patch langsung, Anda tidak perlu me-restart sistem Anda setelah update kernel.

Anda dapat mencarinya opsi live patching disorot di Ubuntu 19.04 pada menu tab khusus di software & update.
ubuntu 19.04 live patch

7. Granular control on the Night Light

Night Light bukan fitur baru di desktop GNOME. Namun, sekarang Anda dapat menyesuaikan ‘warmness‘ atau intensitas night light sesuai keinginan Anda.
ubuntu 19.04 night light

8 .Revamped audio settings

setting audio lebih fresh

ubuntu 19.04 audio setting

9. Linux Kernel 5.0

Ubuntu 19.04 menggunakan Linux Kernel 5.0 harapannya dukungan terhadap hardware lebih baik terutama pada graphics card.

10. Mesa 19.0

Kabar gembira bagi AMD users, Open Source graphics library Mesa naik versi 19 di Ubuntu 19.04. Monggo dicoba

11. Under the hood performance improvement

Peningkatan di Ubuntu 19.04 mungkin tidak dapat Anda lihat namun pasti dapat anda merasakan. Scrolling dan window snapping lebih halus. File di indeks (indexing) jadi pencarian file dalam pencarian GNOME lebih cepat sekarang.

Upgrade to Ubuntu 19.04

Pertama tama, periksa versi Ubuntu yang Anda gunakan. Jika Anda menggunakan Ubuntu 18.10 Cosmic Cuttlefish, Update ke Ubuntu 19,04 pastikan koneksi internetnya baik. Ubuntu 18.10 rilis jangka pendek dan akan berakhir pada Juli 2019 jadi segera upgrade ke 19.04

Ubuntu 19.04 adalah rilis dengan dukungan jangka pendek dan akan didukung hingga Januari 2020. Jika Anda menggunakan Ubuntu 18.04 LTS yang akan didukung hingga 2023, Anda harus melewati rilis ini. Anda tidak dapat update langsung ke 19.04 dari 18.04. Anda harus update ke 18.10 pertama lalu ke 19,04. Itu memakan waktu dan tidak disarankan untuk melompat dua versi seperti ini. Anda dapat menginstal ulang Ubuntu dan mengganti 18.04 dengan 19.04.

Karena 19.04 masih beta dalam pengembangan, disarankan jangan di gunakan dulu di mesin production lebih baik di Virtualbox atau VMWare.

Download Ubuntu 19.04 sekarang

[solved] convert htaccess apache to nginx wordpress rewrite rule

convert htaccess to nginx

convert htaccess apache to nginx

Saya baru migrasi dari apache2 ke nginx. Saya bingung bagaimana rewrite rules untuk wordpress di nginx ?
Berikut ini adalah htaccess saya sebelumnya…

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /blog/
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /blog/index.php [L]
</IfModule>

# END WordPress

 

Jawaban


  1. open/buka nginx.conf di /etx/nginx/nginx.conf
    vi /etx/nginx/nginx.conf
  2. edit atau tambahkan barus seperti berikut, sesuaikan pathnya
    server {
      ..
      ..
    
      location /blog {
          try_files $uri $uri/ /blog/index.php?$args;
      }
    
      location ~ \.php$ {
          fastcgi_split_path_info ^(/blog)(/.*)$;
      }
    
      ..
      ..
    }

    asumsi wordpress punya subdirectory blog

lihat juga cara redirect dengan nginx disini
ada juga tool online untuk konversi disini

About the htaccess to nginx converter winginx.com
The service is to convert an Apache’s .htaccess to nginx configuration instructions. First of all, the service was thought as a mod_rewrite to nginx converter. However, it allows you to convert some other instructions that have reason to be ported from Apache to nginx. Note server instructions (e.g. php_value, etc.) are ignored. The converter does not check syntax, including regular expressions and logic errors. Please, check the result manually before use.

I’m having no luck converting htaccess rules to nginx rewrite. I’ve checked out the NginxRewriteModule documentation and have a few done, but the more complicate ones I’m at a loss for. Here’s what I’m looking at:

[tutorial] Install XAMPP untuk Local Server pada Windows

Pada kesempatan ini kita akan melakukan instalasi web server dan database server mysql yang di bundling dalam XAMPP. berikut langkah-langkahnya

  1. Download XAMPP dari https://www.apachefriends.org
  2. Install XAMPP
  3. Konfigurasi XAMPP

Mari kita jabarkan tiap poinnya

1. Download XAMPP

Silahkan pilih versi yang akan di download. Pastikan bahwa versi yang dipilih mendukung aplikasi yang akan kita bangun. Selain itu sesuaikan juga OS yang digunakan. Dalam tutorial ini kita install di OS windows. Kali ini kita pilih download versi 7.2.17

 

tunggu sampai download selesai. Jika sudah jalankan file tersebut untuk mulai proses instalasi.

2. Instalasi XAMPP

Jalankan file tersebut dengan doublie klik atau tekan enter.

 

Pilih lokasi directory tempat file-file akan di install. Misal kita pilih D:\xampp
klik next > next > finish. Selanjutnya jalankan file

3. Konfigurasi

Konfigurasi ini tergantung keperluan

 

tes12

[tutorial] Analisa simple Log HaProxy dengan halog

haproxy load balancer server

How To Analyze HaProxy Logs

HALog adalah tool simple namun powerful untuk menganalisa HaProxy log. yuk lets try…

  1. Instalasi

    cd /usr/src
    wget http://haproxy.1wt.eu/download/1.5/src/devel/haproxy-1.5-dev11.tar.gz
    tar xzf haproxy-1.5-dev11.tar.gz
    cd haproxy-1.5-dev11/contrib/halog
    make
    cp halog /usr/bin/
  2. Get number of requests treated by the server (columns “tot_req”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -srv -H -q |awk 'NR==1; NR > 1 {print $0 | "sort -n -r -k 9"}' |column -t
  3. List servers by response time in milisecond (columns “avg_rt”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -srv -H -q |awk 'NR==1; NR > 1 {print $0 | "sort -n -r -k 12"}' |column -t
    
  4. List servers by application errors: HTTP status code 5xx (column “5xx”)

    cat /var/log/haproxy.log |halog -srv -H -q | awk 'NR==1; NR > 1 {print $0 | "sort -n -r -k 6"}' | column -t
    
  5. List servers errors related by application (prefixed by the backend name)

    cat /var/log/haproxy.log |halog -srv -H -q | awk 'NR==1; NR > 1 {print $0 | "sort -n -r -k 5"}' | column -t
    
  6. List URLs by server computation time in milliseconds (column “okavg”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -ut -H -q | column -t
    
  7. List URLs by errors (column “err”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -ue -H -q | column -t
    
  8. List URLs by missing files: HTTP status code 404 (column “req”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -u -H -q -hs 404 | column -t
    
  9. List URLs by number of request(column “req”)

    cat /var/log/haproxy.log | halog -u -H -q | awk 'NR==1; NR > 1 {print $0 | "sort -n -r -k 1"}' | column -t
    

Jangan lupa sesuaikan path log haproxy nya.
untuk cara install dan setting haproxy sendiri ada disini

referensi : https://haproxy-log-analyzer.readthedocs.io/

[tutorial] bagaimana melakukan redirect di nginx

redirect di nginx

Kapan kita melakukan redirect?

Ketika anda punya broken link yang ingin supaya link nya dapat dipakai lagi, semisal karena sudah terindex oleh google. Bisa juga karena web anda sedang maintenance sementara sehingga redirect kehalaman maintenance agar pengunjung dapat info.
Okey… disini saya anggap temen2 sudah tau apa itu file htaccess, karena kita akan langsung kepada intinya. Bagi yang belum mengetahui tentang htaccess bisa baca-baca disini.

Bagaimana caranya?

untuk melakukan redirect di nginx bisa kita lakukan dengan meng-edit file konfigurasi di nginx atau di konfigurasi domain nginx.

  1. pake return (example : return 301 https://example.com$request_uri;)
    server {
        listen 80;
        listen [::]:80;
        hostname example.com www.example.com;
        return 301 https://example.com$request_uri;
    }
  2. pake regex (example : rewrite ^/foo/(bar)/(.*)$ https://$server_name/$1/$2 permanent; )
    server {
        listen 80;
        listen [::]:80;
        hostname example.com www.example.com;
        root /var/www/example.com/public;
        rewrite ^/foo/(bar)/(.*)$ $scheme://$server_name/$1/$2 permanent;
    }
  3. pake map
    include redirect-map.conf;
    server {
        […]
        if ( $redirect_uri ) {
            return 301 $redirect_uri;
        }
    }

    redirect-map.conf isinya …

    map $request_uri $redirect_uri {
        /home.html          /beranda;
        /usman.html         /cakep;
        /ribuantoro.html    /ganteng;
    }
  4. HTTP to HTTPS
    return 301 https://$host$request_uri;
  5. non-www to www
    if ( $host !~ ^www\. ) {
        return 301 $scheme://www.$host$request_uri;
    }
  6. www to non-www
    if ( $host ~ ^www\.(?<domain>.+)$ ) {
        return 301 $scheme://$domain$request_uri;
    }

     

Selain redirect di nginx bisa juga redirect dengan file htaccess namun menggunakan webserver apache. berikut caranya disini
Semoga bermanfaat.

referensi :
nginx official